MENGHARGAI PERMPUAN = MENGHARGAI IBUMU

095610400_1419209995-22122014-hariibu

22 Desember 2016 – Hari IBU


Tepat pada tanggal 22 desember ini kita semua mengingat jasa-jasa pahlawan kita yang membesarkan kita hingga kita besar dan mempunyai hidup masing-masing, IBU. Ya tanggal 22 desmber adalah hari ibu, ibu identik dengan perempuan, perempuan yang selalu membimbing, menjaga, dan mencintai kita sebagai anak seorang ibu. Beliau tidak pernah lelah untuk menjaga kita, tidak pernah lelah untuk membesarkan kita. Dari mulai kita didalam kandungannya sampai besar selalu dijaganya. Ketika kita kecil kita selalu dijaganya, memang sering kali ibu agak menjengkelkan, akan tetapi itu semua murni kasih sayang ibu. Sampai kita sudah besar sudah mempunyai kehidupan sendiri ibu akan bertanya “kapan pulang nak? Ibu kangen”. Itu yang selalu ibu ucapkan.

Perempuan-perempuan inilah yang menjadi seorang pahlawan bagi anaknya. Akan tetapi banyak orang yang menganggap perempuan itu lemah, perempuan itu bodoh. Tapi ingat perempuan melakukan kebudohon, seolah-olah ia lemah, itu semua karena perempuan berusaha mencintai orang yang dicintainya. Sama halnya juga dengan ibu, seringkali ibu melakukan hal-hal bodoh itu semua karena ingin membahagiakan anaknya.

Padahal dari semua ayat al-qur’an dan hadits banyak sekali yang menjelaskan bahwa kita harus selalu menghargai perempuan. Seperti halnya ketika Rasulullah ditanyai oleh sahabatnya, “wahai Rasulullah kepada siapa pertama kali saya harus berbakti” jawab Rasulullah, “Ibumu!” kemudian sahabat itu bertanya lagi “kemudian siapa?” Rasulullah menjawab “Ibumu!” sahabat itu bertanya kembali “kemudian siapa?” jawab Rasulullah “ibumu!” dan sahabat bertanya lagi “kemudian siapa?” rasulullah menjawab dengan lembut “kemudian bapakmu”. (hadits Bukhari dan Muslim)

Dari hadits diatas ibu disebutkan tiga kali, jadi ibu harus lebih kita hargai. Sama halnya ketika kita menghargai perempuan, kita tidak boleh untuk memaksa dan mencela perempuan didalam al-qur’an disebutkan “Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS. An Nisa [4]: 19

Maka dari itu hargailah perempuan, hargailah ibumu. Ketika memang sangat sulit untuk menghargai ibumu, hargailah perempuan. Ketika kalian menghargai perempuan maka kalian sedang berusaha untuk menghargai ibumu.

SELAMAT HARI IBU

“Penakluk” 13

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Salam Sejahtera untuk kita semua, yang ada pada lindungan-Nya, pada Post Pertama kali ini, saya akan menulis kisah saya yang ke- 4.

Mahasiswa adalah salah satu aktor akademisi yang sangat berpengaruh terhadap bangsa ini. Terlihat dari katanya berasal dari kata maha dan siswa, maha menurut KBBI artinya sangat, amat. Sedangkan siswa menurut KBBI adalah murid atau pelajar. Dari sini kita bisa mengartikan bahwasannya mahasiswa adalah pelajar yang sangat, atau pelajar yang amat terpelajar. Saya menyimpulkan bahwa mahasiswa adalah Pelajar yang ada pada tataran Pendidikan Tinggi.

Jelas sangat berbeda antara siswa dan mahasiswa. Dilihat dari definisanya pun berbeda, apalagi dari fungsi dan tugasnya. Jika Siswa itu harus melihat apa yang dikatakan gurunya, akan tetapi mahasiswa bebas untuk berpendapat, asalkan bertanggung jawab dengan pendapatnya.

Pada tahun 2013 saya lulus dari tingkat pendidikan akhir, dan meneruskan pada tingkat pendidikan tinggi, yang berarti saya telah mengganti status pendidikan saya dari siswa jadi mahasiswa. Tugas yang diemban mahasiswa sangatlah berat, ada yang berpendapat bahwa mahasiswa adalah agent of change, agent of social agent of control. Itulah yang membuat tugas mahasiswa menjadi berat. Mahasiswa adalah agen perubahan bangsa, bagaimana mahasiswa harus menjadi contoh perubahan bangsa ini, entah dari segi ekonomi, pendidikan, pekerjaan, dan lain-lain.

Dari tugas itu saya berharap ada wadah untuk bisa mencapai target dalam tugas itu. Memang sangat berat, tugas seberat itu tidak akan bisa terselesaikan hanya sendirian, kita pasti butuh orang lain, karena kita hidup di dunia ini tidak sendirian.

Dan akhirnya saya menemukan wadah itu, yaitu PMII Rayon “Penakluk” Al-Adawiyah. Disinilah saya mencoba beraktualisasi diri bersama sahabat-sahabat saya tercinta, kami akan mewujudkan tugas-tugas sebagai mahasiswa.

Dipertemukan pada tahun 2013, kami bersama perisai sakti kami selalu berjuang untuk terus meneruskan generasi bangsa yang akan selalu mengabdi kepada bangsa ini, bangsa yang selama ini terjajah oleh bangsa lain.Kami selalu ingin  didepan, agar bangsa ini tahu bahwa kami “penakluk” 13 selalu ada untuk bangsa ini.

Sampai sekarang kami masih giat berjuang meneruskan perjuangan leluhur kami, sampai maut menjemput pun. Jangan salah tidak ada yang tidak bisa tanpa perjuangan seorang sahabat, disini kami sahabat “penakluk” 13 akan berjuang bersama. Bersama perisai sakti kami, kami akan menaklukan dunia. Tidak ada kata tidak bisa tanpa adanya usaha dan do’a.

Sampai disini kisah “penakluk” 13, jangan berputus asa, karena kita tidak sendirian.

” Jangan mau hanya jadi orang baik, karena itu sangat lah mudah. Tapi jadilah orang yang bermanfaat, karena menjadi orang yang bermanfaat butuh perjuangan”.